Etnografi

 

Gambar 1.0 Penelitian etnografi yang dilakukan oleh Malinowski terhadap penduduk asli di Kepulauan Trobriand, pada tahun 1918

    Etnografi merupakan sebuah tulisan tentang etnis tertentu, yang biasanya ditulis oleh seorang antropolog. Tulisan ini bukan hanya sebuah tulisan biasa yang biasanya ditulis oleh jurnalis, tulisan ini memerlukan penelitian yang mendalam dalam jangka waktu yang panjang (bisa berbulan-bulan hingga bertahun-tahun). Karena penulisan etnografi di anggap memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan tulisan lain, pada akhirnya etnografi dianggap sebagai sebuah metode.

    Karakteristik utama dari metode ini adalah sifat analisisnya yang mendalam, kualitatif, dan holistik-integratif. Teknik utama dari metode ini adalah observasi partisipasi dalam jangka waktu yang lama dan wawancara yang mendalam terhadap narasumber tentang suatu topik secara terbuka. Dalam hal ini, etnografer terjun ke masyarakat dan menjadi bagian dari masyarakat, tetapi tetap memiliki posisi sebagai peneliti.

    Etnografi sendiri telah mengalami banyak perkembangan. Pada mulanya teknik ini banyak digunakan oleh orang-orang Eropa dan Amerika, yang pada masa itu melakukan ekspedisi ke berbagai negara di Asia atau Afrika, dalam hal ini etnografi lebih terlihat seperti pandangan kaum kolonial terhadap masyarakat yang terjajah. Dengan penuh keterkejutan, mereka melihat masyarakat yang dianggapnya kurang maju dan tradisional.

    Perkembangan etnografi berjalan secara bertahap. Pada awalnya, metode ini hanya populer di kalangan misionaris dan para kolonialis, namun setelah diperkenalkan oleh Radcliffe-Brown dan Malinowski pada tahun 1915-an, metode ini telah mengalami banyak perkembangan. Pada masa ini peniliti sudah tidak menganggap masyarakat yang diteliti sebagai masyarakat yang "terbelakang", melainkan menganggap mereka sebagai masyarakat yang hidup dalam alam yang sama dengan masyarakat yang "dianggap" modern. 

    Kemudian metode ini semakin berkembang saat para antropolog mulai meneliti masyarakat yang benar-benar modern. Dengan begitu, tugas etnografer sesungguhnya adalah memahami dan menggali pikiran-pikiran masyarakat. Pada akhirnya, etnografi tidak lagi membatasi studinya terhadap masyarakat-masyarakat tradisional saja. Tidak ada perbedaan antara masyarakat tradisional dan modern, hanya kebudayaannya saja yang berbeda.

Sumber Referensi:
Koeswinarno. (2015). Memahami etnografi ala Spradley (Ethnographic understanding by Spradley). Jurnal SMaRT, 1(2), 257–268. Balai Litbang Agama Semarang.

Komentar