Apa itu hidup?

    

Bentuk Keluarga Anda Dengan Cara Ini - Cahaya Islam

    Apa itu hidup? pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tapi cukup membuat saya merenung tentang jawaban seperti apa yang sebenarnya dapat menjawabnya. Kita hidup dengan terus mengejar hal-hal yang mungkin hanya menjadi kesenangan sesaat saja. Kita mencari ilmu, bersekolah setinggi-tingginya untuk masa depan yang lebih baik. Orang tua menuntut kita agar bisa mengangkat derajat mereka, tapi pada akhirnya semua akan mati juga.

    Lantas apa artinya semua pengorbanan yang mereka lakukan untuk mencapainya? Orang tua bekerja mati-matian untuk anaknya. Sementara anaknya belajar, menempuh pendidikan untuk dapat mengangkat derajat mereka. Berusaha untuk mengubah nasib mereka menjadi lebih baik. 

    Orang tua saya seringkali mengingatkan saya "belajar yang giat ya nak, ini kan untuk masa depan kamu juga". Melihat ibu saya yang juga ikut bekerja hanya untuk menyekolahkan ketiga anaknya, tapi saya terus saja lupa. Ada sedikit harapan dari mereka, orang tua saya. Harapan untuk bisa hidup dengan lebih baik di hari tua, hidup dengan nyaman bersama anak-anaknya yang sudah mapan dari segi finansial mereka. 

    Saya mulai takut mengecewakan mereka. Mungkin saya tidak lebih berusaha dari kakak-kakak saya. Saya juga sering membantah apa kata orang tua. Walau terkadang saya merasa tidak menyukai mereka, tapi sebenarnya dalam hati saya, saya mengerti betapa besar perjuangan kedua orang tua saya demi anak-anaknya.

    Hidup memang tidak selamanya. Saya merenung tentang arti sebenernya dari hidup yang tidak selamanya ini. Tapi saya mengerti begitu melihat keluarga saya. Walau akhirnya kami semua akan mati juga, tapi proses dalam menjalankan hidup yang sebentar ini patut untuk dirayakan juga. Itu lah hidup, setiap proses yang kita jalankan, demi mencapai tujuan yang kita inginkan. Setiap orang memiliki tujuan mereka, saya pun juga. Semoga di kehidupan kali ini, saya bisa menjadi anak kebanggaan orang tua saya.

Komentar

  1. Jika ada kesempatan, ngobrollah dengan orangtuamu, tentang hubungan kalian, sembari santai menikmati momentum.

    BalasHapus

Posting Komentar